Minggu, 09 Oktober 2016

Diskusi KK Pembelajaran I Modul B Profesional

Diskusi KKP I Bilangan Asli, Cacah, dan Bulat.

No
Materi
Tujuan
Indikator Pencapaian Kompetensi
Uraian Materi
Evaluasi
1
Operasi Hitung Bilangan Bulat
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta dapat:
1. menyebutkan konsep bilangan bulat dengan benar
2. menjumlahkan dua bilangan bulat dengan benar
3. mengurangkan dua bilangan bulat dengan benar
4. mengalikan dua bilangan bulat dengan tepat
5. membagi dua bilangan bulat dengan benar
6. menyebutkan aturan operasi hitung campuran dengan benar
7. menentukan hasil operasi hitung campuran yang melibatkan tiga atau lebih pada
bilangan bulat dengan benar.
Menentukan hasil operasi hitung campuran yang melibatkan tiga atau lebih pada
bilangan bulat.
1. Bilangan Bulat dalam kehidupan sehari-hari
2. Operasi Hitung Dua Bilangan Bulat
a. Penjumlahan dan Pengurangan Dua Bilangan Bulat
b. Mengalikan Dua Bilangan Bulat
c. Membagi dua bilangan bulat
3. Aturan operasi hitung campuran
a. Operasi hitung dalam tanda kurung selalu dikerjakan terlebih dahulu.
b. Operasi perkalian dan pembagian dikerjakan terlebih dahulu, daripada operasi penjumlahan dan pengurangan, perkalian atau pembagian sifatnya lebih kuat dibandingkan dengan penjumlahan atau pengurangan.
c. Jika operasi perkalian dan pembagian berdampingan, maka kerjakan terlebih dahulu operasi hitungnya dari urutan depan
d. Jika operasi penjumlahan dan pengurangan berdampingan, maka kerjakan terlebih dahulu operasi hitungnya dari urutan depan
4. Operasi hitung campuran yang melibatkan tiga atau lebih pada bilangan bulat
Hal. 17 dan 18
2
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil
(KPK)
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, para peserta mampu:
1. menyelesaikan masalah matematika atau masalah dalam kehidupan sehari-hari
yang melibatkan KPK dengan tepat.
2. menyelesaikan masalah matematika atau masalah dalam kehidupan sehari-hari
yang melibatkan FPB dengan benar.
1. Menggunakan faktorisasi prima untuk menyelesaikan masalah KPK atau FPB
dua bilangan cacah atau lebih.
2. Menyelesaikan masalah matematika atau masalah dalam kehidupan sehari-hari
yang melibatkan FPB dan KPK.
1. FPB dari dua bilangan atau lebih
a. Manfaat belajar FPB
2. KPK dari Dua Bilangan atau Lebih
a. Manfaat belajar KPK
b. Menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih
Hal. 31

3
Akar Pangkat Dua dan Tiga
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, para peserta mampu:
1. menentukan hasil penarikan akar bilangan pangkat dua dengan tepat
2. menentukan hasil penarikan akar bilangan pangkat tiga sederhana dengan benar
3. menyelesaikan masalah matematika atau masalah dalam kehidupan sehari-hari
yang melibatkan bilangan berpangkat dan akar dengan benar
1. Menentukan hasil penarikan akar bilangan pangkat dua dan bilangan pangkat
tiga sederhana
2. Menyelesaikan masalah matematika atau masalah dalam kehidupan sehari-hari
yang melibatkan bilangan berpangkat dan akar
1.        Akar bilangan pangkat dua
2.        2. Akar Bilangan Pangkat Tiga Sederhana
Hal. 42

Jumat, 07 Oktober 2016

Pembahasan Modul B SD Kelas Tinggi

PROFESIONAL
KAJIAN BILANGAN DAN STATISTIKA
SEKOLAH DASAR

E. Latihan/Kasus/Tugas 2.1 Hal. 60

Rabu, 05 Oktober 2016

Evaluasi Pedagogik Modul B Kelas Tinggi SD

Evaluasi
Kerjakan soal-soal berikut dengan memilih satu jawaban yang paling tepat
1. Salah satu tujuan guru atau pendidik mempelajari teori belajar adalah ….
A. Untuk menguasai kompetensi professional
B. Untuk menguasai kompetensi pedagogis
C. Untuk mengusai kompetensi sosial
D. Terampil mengajarkan teori belajar kepada siswanya
2. Aliran dari teori belajar yang memandang belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman adalah ....
A. Behaviorisme
B. Kognitivisme
C. Konstruktivisme
D. Humanisme
3. Implikasi dari eksperimen Pavlov pada pembelajaran adalah ….
A. Anak akan belajar jika dibiasakan
B. Anak akan belajar jika selalu diperintah
C. Anak akan belajar lebih giat jika mendapat nilai baik
D. Anak akan belajar jika diberikan motivasi
4. Menurut Teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan
manusia, sehingga tujuan utama para pendidik adalah .…
A. membantu siswa belajar menjadi manusia dewasa
B. membantu siswa belajar bagaimana menghargai manusia lain
C. membantu siswa mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang
unik
D. menjadikan dirinya menjadi manusia yang berguna bagi orang lain
5. Dalam sebuah proses pembelajaran, perhatian sangatlah berperan penting
sebagai awalan dalam memicu kegiatan belajar. Perhatian terhadap pelajaran
akan timbul pada siswa apabila ….
A. bahan pelajaran dirasakan sesuatu yang dibutuhkan oleh siswa
B. bahan pelajaran merupakan materi yang mutakhir
C. metode yang menggunakan multimedia
D. model yang dmenggunakan model-model terkini
6. Pembelajaran klasikal cenderung mengabaikan perbedaan-perbedaan yang ada
diantara para siswa. Untuk itu jika guru menggunakan pembelajaran klasikal
hendaknya ….
A. menggunakan metode, model atau strategi pembelajaran yang bervariasi.
bervariasi,
B. memberikan tugas yang disesuaikan dengan tuntutan materi ajar
C. melaksanakan pembelajaran masing-masing individu secara berbedabeda
D. melaksanakan pengayaan bagi semua siswa, terutama pada siswa yang
sudah menguasai bahan pelajaran

Selasa, 04 Oktober 2016

Teori Belajar dalam Aliran Humanisme

4. Teori Belajar dalam Aliran Humanisme
Humanisme memandang bahwa belajar adalah usaha untuk memanusiakan
manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya
dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun
ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar pada
aliran humanism ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang
pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya.
Tujuan utama para pendidik adalah membantu siswa untuk mengembangkan
dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka
sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensipotensi
yang ada dalam diri mereka. Kaum humanis menerapkan pendidikan dan
pembelajaran berdasarkan pada kebutuhan dan minat siswa. Karena kebutuhan dan
minat adalah faktor yang mendorong atau memotivasi kita.
a. Teori dari Arthur Combs
Arthur Combs bersama dengan Donald Snygg mencurahkan banyak perhatian pada
dunia pendidikan. Meaning (makna atau arti) adalah konsep dasar yang sering
digunakan. Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bisa
memaksakan materi yang tidak disukai atau tidak relevan dengan kehidupan
mereka. Anak tidak bisa pada mata pelajaran matematika atau IPS bukan karena
bodoh tetapi karena mereka enggan dan terpaksa serta merasa sebenarnya tidak
ada alasan penting harus mempelajarinya. Perilaku buruk itu sebenarnya tak lain
hanyalah dari ketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak
akan memberikan kepuasan baginya.
b. Teori dari Maslow
Teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua hal,
yaitu suatu usaha yang positif untuk berkembang dan kekuatan untuk melawan atau
menolak perkembangan itu.
Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi
kebutuhan yang bersifat hirarkis. Menurut Maslow, setiap individu memiliki
kebutuhan-kebutuhan yang tersusun secara hirarki dari tingkat yang paling
mendasar sampai pada tingkat yang paling tinggi. Setiap kali kebutuhan pada
tingkatan paling bawah terpenuhi maka akan muncul kebutuhan lain yang lebih
tinggi.
Hirarki kebutuhan Maslow, sebagai berikut: 1) kebutuhan fisik misalnya oksigen
untuk bernapas, air untuk diminum, makanan, papan, sandang, buang hajat kecil
maupun besar, dan fasilitas-fasilitas yang dapat berguna untuk kelangsungan
hidupnya, 2) kebutuhan akan rasa aman dan tenteram (Safety Needs) misalnya
mengusahakan keterjaminan finansial melalui asuransi atau dana pensiun, dan
sebagainya, 3) kebutuhan untuk dicintai dan disayangi (Belongingness Needs),
misalnya menjalin persahabatan, 4) kebutuhan harga diri secara penuh ( Esteem
Needs) meliputi kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, perhatian,
reputasi, kebanggaan diri, dan kemashyuran. Tipe atas terdiri atas penghargaan oleh
diri sendiri, kebebasan, kecakapan, keterampilan, dan kemampuan khusus
(spesialisasi), 5) butuhan Aktualisasi Diri ( Self Actualization Needs).
c. Teori dari Carl Rogers
Carl Rogers (dalam Suranto, 2015) membedakan dua tipe belajar, yaitu: Kognitif
(kebermaknaan) dan experiential ( pengalaman atau signifikansi). Guru
menghubungan pengetahuan akademik ke dalam pengetahuan terpakai seperti
mempelajari mesin dengan tujuan untuk memperbaikai mobil. Experiential Learning
menunjuk pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswa. Kualitas belajar
experiential learning mencakup: keterlibatan siswa secara personal, berinisiatif,
evaluasi oleh siswa sendiri, dan adanya efek yang membekas pada siswa.
Menurut Rogers (2002) yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah guru
memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu:
1) Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. Siswa
tidak harus belajar tentang hal-hal yang tidak ada artinya.
2) Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. Pengorganisasian
bahan pelajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian
yang bermakna bagi siswa
3) Pengorganisasian bahan pembelajaran berarti mengorganisasikan bahan dan
ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.
4) Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang
proses.
d. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Humanistik
Menurut Crichshank, Jenkins & Metcalf (2012) dalam Suranto (2015) ada beberapa
proposisi-proposisi dari penganut pembelajaran humanistik. Dari proposisiproposisi
di atas, diperoleh beberapa prinsip pembelajaran humanistik sebagai
berikut:
1) Pembelajaran hendaknya berfokus pada upaya untuk memahami cara manusia
menciptakan perasaan, sikap dan nilai-nilai.
2) Pembelajaran hendaknya bertemakan upaya untuk memenuhi kebutuhan
dasar, terutama aspek afektif seperti emosi, perasaan, sikap, nilai dan moral.
3) Pembelajaran hendaknya menumbuhkan harga diri dan keyakinan.
4) Pembelajaran hendaknya berfokus pada kebutuhan dan minat siswa.
5) Sekolah harus menyesuaikan diri menurut kebutuhan anak, bukan anak yang
menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Implikasi dari teori humanistik akan memberi perhatian pada guru sebagai
fasilitator. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru sebagai fasilitator, yaitu:
1) Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal,
situasi kelompok, atau pengalaman kelas
2) Guru sebagai fasilitator hendaknya membantu untuk memperoleh dan
memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan
kelompok yang bersifat umum.
3) Guru harus mempercayai adanya keinginan dari masing-masing siswa untuk
melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan
pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi.
4) Guru mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang
paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai
tujuan mereka.
5) Guru menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk
dapat dimanfaatkan oleh kelompok.
6) Di dalam menanggapi ungkapan-ungkapan di dalam kelas, guru mencoba untuk
menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual ataupun bagi
kelompok
7) Guru harus mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya
dan juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi
sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh
siswa
8) Di dalam berperan sebagai seorang fasilitator, guru harus mencoba untuk
menganali dan menerima keterbatasan-keterbatasannya sendiri.
Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses
pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan.

Jumat, 30 September 2016

Penggunaan model Pecahan


1. Pak Agus memberikan uang kepada isterinya sebesar Rp450.000,00. Dua
pertiga dari uang yang masih dimiliki pak Agus diberikan kepada anaknya.
Jika sisa uang pak Agus sekarang Rp150.000,00,berapa rupiah uang yang

dimiliki pak Agus mula-mula?


2. Sebuah pecahan jika pembilang dan penyebut dikurang 12 berubah menjadi ½, dan jika ditambah 1 bilangan pecahan tersebut menjadi 2/3. Bilangan pecahan apakah itu?

Rabu, 28 September 2016

Penggunaan FPB

Ibu mempunyai 24 buah salak dan 30 buah jeruk. Salak
dan jeruk tersebut akan dihidangkan dalam pertemuan
di rumah. Ibu ingin membagikan buah-buahan tersebut
ke dalam beberapa tempat buah dengan isi buah jeruk
dan salak yang sama banyak. Berapa banyak model
susunan buah dalam tempat buah? Berapa banyak salak
dan jeruk pada masing-masing model? Berapa tempat

buah terbanyak yang diperlukan ibu?

Selasa, 27 September 2016

Hitung Campuran

Pengayaan Modul 2 tentang Hitung Campuran
1. seorang pedagang buah membeli 5 keranjang buah mangga dan 4 peti buah
    jeruk. Satu keranjang mangga berisi 25 kg mangga seharga Rp200.000,00 dan satu
    peti jeruk berisi 20 kg jeruk seharga Rp180.000,00. Pedagang tersebut menjual
    mangga dan jeruk dengan keuntungan yang sama yaitu Rp2.000,00/kg. Apabila
    pedagang jeruk berhasil menjual 22 kg mangga dan 18 kg jeruk, maka berapakah uang
    yang telah ia peroleh?

2. Ibu Fatimah memanen kebun semangkanya. Semangka-semangkanya tersebut
    dimasukkan ke dalam keranjang. Terdapat 50 keranjang yang berisi 18
    semangka untuk tiap keranjangnya, namun 1 1/2 keranjang diantaranya adalah
    semangka yang busuk. Semangka yang masih baik dijual dengan harga
    Rp7.500,00/butir semangka. Berapa rupiahkah uang yang diterima ibu Fatimah?

Jumat, 16 September 2016

Kalimat langsung dan tidak lansung


Pengertian Kalimat Langsung
Kalimat langsung merupakan sebuah kalimat kutipan yang dilontarkan langsung oleh pembicara tanpa melalui perantara apapun sama persis dengan apa yang dikatakan oleh pembicara tersebut
Ciri-ciri kalimat langsung:
1.    Penggunaan huruf kapital pada huruf pertama pada kalimat yang dipetik.
2.    Tanda  koma ( ,) yang memisahkan antara kalimat petikan dengan kalimat pengiring.
3.    Kalimat pada kalimat langsung ditandai dengan tanda petik (“) dibagian awal dan akhir.
4.    Pada kallimat langsung yang berupa dialog berurutan, kita wajib menggunakan tanda baca titik dua (:) pada bagian depan kalimat langsung.
5.    Kalimat langsung diucapkan atau dibaca dengan lebih menekankan intonasinya.
6.    Pola susunan:
“Kutipan,” Pengiring, “kutipan”
“Kutipan,”pengiring
Pengiring, “kutipan”

Contoh :
1.    Ayah mengatakan,”Aku akan mengambil cuti bulan depan.”
2.    “Mobil yang bagus,”kata Guntur
3.    Guntur mengatakan,”Tutup pintu itu sekarang!”
“Tutup pintu itu sekarang!” kata Guntur
4.    “Coba kamu bertanya pada Rini,” kata Andi,” dia pasti tahu jawabannya.”
5.    Ayah menyuruh, “ Tolong ambilkan kopi di meja itu!”
6.    “Itu salahmu!” kata Roni kepada Ani.
7.    “Siapakah yang melempar kertas ini?” Tanya bu guru.
8.    “Ani, kamu dicari bu guru” kata Roni, dia menunggumu di depan kelas.”

9.    Joni berkata: “Aku ingin menjadi pilot suatu saat nanti.”

Kamis, 15 September 2016

Cara Unggah Lembar Kerja Guru Pembelajar

Cara unggah file portofolio hasil kerja pembelajaran guru pembelajaran.



klik => Unduh



Semoga bermanfaat

Modul GP SD Kelas Tinggi

Modul Guru Pembelajar SD Kelas Tinggi...

Silahkan Unduh Modul Berikut:

1.  Modul A GP SD Kelas Tinggi

2.  Modul B GP SD Kelas Tinggi

3.  Modul C Gp SD Kelas Tinggi

4.  Modul D GP SD Kelas Tinggi

5.  Modul E GP SD Kelas Tinggi

6.  Modul F GP SD Kelas Tinggi

7.  Modul G GP SD Kelas Tinggi

8.  Modul H GP SD Kelas Tinggi

9.  Modul I GP SD Kelas Tinggi

10.Modul J GP SD Kelas Tinggi



Semoga bermanfaat.....


Modul Guru Pembelajar SD Kelas Awal

Guru Pembelajar yang baik hati,

Silahkan Unduh Modul Guru Pembelajar Kelas Rendah Berikut ini:



1.  Modul A GP SD Kelas Rendah

2.  Modul B GP SD Kelas Rendah

3.  Modul C GP SD Kelas Rendah

4.  Modul D GP SD Kelas Rendah

5.  Modul E GP SD Kelas Rendah

6.  Modul F GP SD Kelas Rengah

7.  Modul G GP SD Kelas Rendah

8.  Modul H GP SD Kelas Rendah

9.  Modul I  GP SD Kelas Rendah

10.Modul J GP SD Kelas Rendah



 Semoga bermanfaat



Silahkan Anda login ke :

Guru Pembelajar



untuk mengetahui info jadwal GPO atau GP Tatap Muka atau juga GP Kombinasi


Surat Ralat Pelaksanaan Guru Pembelajar.pdf - 3 MB

Dalam pelaksanaan program tersebut menggunakan tiga model guru pembelajar yaitu moda tatap muka, moda dalam jajaring penuh, dan moda kombinasi keduanya.

Sementara materi pembelajaran moda tatap muka menggunakanmodul cetak, sedangkan moda dalam jaringan menggunakan modul, lembar kerja, dan lembar informasi yang disusun dan disajikan secara digital.

Mudah - mudahan dengan adanya Program Guru Pembelajar akan semakin memacu semangat guru untuk terus belajar dan belajar serta meningkatkan kualitas diri

Lihat juga Surat Ralat tertanggal 2 September 2016 pada alamat berikut:


https://drive.google.com/file/d/0B-t1atjAqm6NNTQwby1nOEg2Z2s/view


http://www.mediafire.com/download/ze9dzdoiwih94cl/Surat_Ralat_Pelaksanaan_Guru_Pembelajar.pdf


atau unduh di sini => unduh

Rabu, 14 September 2016

Modul Kompetensi B Profesional kajian Bilangan dan Statsitik SD dan Pedagodik Teori Belajar dan Prinsip Pembelajaran.pdf - 5 MB

Klik unduh untuk download Modul B GP SD Kelas Tinggi

agus dwianto sukoco



di sini Unduh

Modul Kompetensi A Profesional BI dan Pedagodik Karakteristik dan Pengembangan Potensi Peserta Didik SD.pdf - 5 MB

Klik untuk Modul A GP SD Kelas Tinggi

Unduh

Modul GP SD Kelas Tinggi

Silahkan unduh modul Guru pembelajar SD Kelas Tinggi Daring dengan mengKLIK

unduh

Soal Guru Pembelajar Modul A Pedagogik

latihan Soal Modul A Pedagogik Karakteristik dan Pengembangan Potensi Peserta Didik

Soal Pedagogik Modul A

Latihan Soal Modul A Pedagogik Karakteristik Peserta Didik



Latihan/Kasus/Tugas
Kemampuan Awal

1.
Jelaskan mengapa guru harus memahami kemampuan awal peserta didik,
sebelum melaksanakan pembelajaran?

2.
Bagaimana cara seorang guru mengidentifikasi kemampuan awal dalam aspek
inteligensi peserta didik?

3.
Kerjakanlah kasus berikut ini, tentukan apa yang harus dilakukan untuk
melengkapi data kemampuan awal peserta didik yang belum lengkap.
Bekerjalah dalam kelompok dan presentasikan hasilnya.

Pada tahun pelajaran ini Bu Anisa ditugasi mengajar di kelas baru sesuai
giliran dari kebijakan rotasi di sekolahnya. Untuk lebih mengenal peserta
didik asuhannya dan sebagai bekal untuk mengajar Bu Anisa akan melakukan
identifikasi kemampuan awal dari peserta didiknya. Sayang sekali data dari
guru kelas yang mengajar peserta didik yang akan diasuhnya tidak lengkap
sehingga Bu Anisa perlu melakukan beberapa hal untuk memastikan
informasi yang diperolehnya lengkap

4.
Identifikasilah peserta didik di kelas Anda yang data kemampuan awalnya
belum lengkap, rancang dan lakukanlah berbagai upaya untuk melengkapinya,
serta rancang bagaimana pemanfaatan data tersebut untuk memfasilitasi
pencapaian terbaik mereka sesuai potensinya.


Kesulitan Belajar

1.
Jelaskanlangkah-langkah identifkasi kesulitan belajar?
2.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan peserta didik underachiecer?
3.
Kerjakanlah kasus di kelas bu Sarah berikut dan usulkan alternatif solusi
untuk itu. Bekerjalah dalam kelompok dan presentasikan hasilnya
Pada awal semester ini, Bu Sarah sedang merancang pembelajaran yang dapat
memfasilitasi 7 orang peserta didik yang tidak mencapai KKM di materi IPA
dan matematika. Pada saat pembelajaran, peserta didik ini kurang
memperhatikan, sering jalan-jalan, mengajak ngobrol teman yang duduk di
dekatnya, saat ada tugas kadang-kadang lebih banyak memperhatikan
temannya mengerjakan tugas daripada mengerjakan tugasnya sendiri
sehingga seringkali terlambat menyelesaikan tugas, tidak mengerjakan tugas
guru tapi sibuk melakukan kegiatan sendiri seperti menggambar atau
memainkan alat-alat tulis yang dibawanya.

4.
Tentukanlah kasus terkait kesulitan belajar dari peserta didik di kelas Anda,
identifikasi faktor penyebab, dan rancang apa yang sebaiknya Anda lakukan
sebagai alternatif solusinya!